Dikutip oleh

Editor

Kenali Pencegahan Masalah Pada Truk Crane yang Disebabkan Oli Mesin

Berbagai masalah pada kendaraan truk crane memang cukup rumit bagi para pengusaha transportasi. Khususnya masalah yang mengakibatkan kerusakan mesin. Salah satu penyebab kerusakan mesin adalah oli mesin. Masalah kerusakan ini cukup sulit dideteksi karena oli berada di dalam mesin diesel dan melumasi hampir semua komponen yang bergerak. Sehingga jika tidak ditangani secepatnya, maka akan meluas ke komponen yang lain.

 

Fungsi oli pada kendaraan

Oli mesin diesel diformulasikan khusus untuk kondisi operasional yang spesifik, sehingga oli mesin diesel tidak bisa saling diganti dengan oli mesin bensin. Kondisi pengoperasian oli yang berbeda, maka berbeda pula formulasi yang diperlukan. 

Selain itu, oli mesin diesel menggunakan tingkat formulasi yang tinggi dari pada oli mesin bensin. Sebagai pelumas, komponen oli bekerja untuk melindungi antara permukaan gesek dan meminimalkan keausan. Selain itu, sirkulasi oli melalui mesin juga membawa panas kembali ke bak oli sehingga memiliki fungsi pendinginan, terutama pada piston dan turbocharger.

Nah, berikut ini beberapa fungsi spesifik oli pada kendaraan;

  • Sebagai deterjen untuk membersihkan residu.
  • Dispersant untuk menjaga kotoran yang tidak diinginkan masuk ke dalam sirkulasi
  • Aditif anti-aus untuk memberi perlindungan pada bagian yang bergerak.
  • Anti-korosi dan inhibitor karet untuk melindungi bagian logam dari belerang yang masuk melalui bahan bakar.
  • Antioksidan untuk meminimalkan oksidan oli yang dapat menyebabkan peningkatan viskositas, pemecahan oli, pembentukan lumpur dan endapan.
  • Peningkatan viskositas untuk memastikan bahwa oli tidak mengental ketika suhu dingin dan tidak encer pada suhu operasional maksimum.

 

Berbagai jenis oli di pasaran

Ada tiga jenis oli yang umum di pasaran yaitu, oli mineral, semi-sintetik, atau sepenuhnya sintetik. Oli sintetik dapat menahan suhu operasional yang lebih tinggi tanpa menjadi rusak dibandingkan oli mineral. Oli sintetik berasal dari turunan oli mineral, yang telah disempurnakan dan dimodifikasi untuk mendukung bahan kimia organik.

Interval penggantian oli bisa lebih lama untuk oli sintetis, karena oli tersebut memiliki laju penurunan yang lebih lambat seiring penggunaan mesin. Pertimbangan serupa berlaku untuk oli transmisi dan gearbox.

 

Baca juga: Tips Merawat Truk Logging Agar Mesin Tetap Awet dan Berperforma 

Baca juga: 7 Spot Kabin Truk Tractor Head yang Perlu Disanitasi Sebagai Bentuk Protokol Kebersihan

 

Berbagai masalah pada oli

Jika mengalami mesin bermasalah dan menemukan penyebabnya bukan dari komponen, maka bisa jadi karena tekanan oli. Hal Ini bisa saja terjadi mengingat berbagai faktor yang dapat menyebabkan tekanan oli menjadi tidak normal seperti;

  • Level oli yang rendah di bak penampung sehingga oli tidak dapat dihisap naik oleh pompa. Masalah ini terjadi karena oli jarang diperiksa sehingga penyusutan oli tidak terpantau.
  • Kontaminasi oli dengan bahan bakar diesel. Bercampurnya oli dengan BBM akan menurunkan viskositas oli dan dapat menurunkan tekanan.
  • Kontaminasi oli dengan coolant. Material berbahan dasar air akan menyebabkan emulsi dan endapan minyak. Bahkan glikol juga akan menghasilkan asam yang korosif. Kebocoran jenis ini terjadi karena masalah packing mesin atau seal yang getas.
  • Filter oli tersumbat. Ini dapat menyebabkan aliran oli terhambat, karena filter oli yang jarang diperiksa sehingga kotoran menumpuk dan menyumbat aliran oli.
  • Bypass valve oli tersumbat
  • Pompa oli tersumbat, ini bisa terjadi ketika filter pada pipa unput tersumbat.
  • Bearing camshaft yang aus sehingga tidak bisa memberikan batasan terhadap aliran oli.

Nah, itulah masalah pada kendaraan truk crane, khususnya truk dengan mesin diesel seperti truk niaga, dump truk, truk khusus tambang atau alat berat . Jika hal ini terjadi tentunya bisa saja menyebabkan kerusakan pada komponen lain, oleh karena itu perawatan maksimal dan teratur sangatlah dibutuhkan agar mesin tetap prima dan terhindar dari masalah oli mesin.

 

Sumber foto: Iveco Indonesia